The Apartment, Bersantap Layaknya di Rumah Sendiri




Makan di restoran atau café saat ini tidaklah sekedar menikmati makanan ataupun minuman yang disajikan di tempat itu. Namun juga, kini telah beralih menjadi tempat dimana pengunjung juga bisa menghabiskan waktu bersama teman, keluarga atau rekan kerja.

* Wahyuning Kurniawati*


Kini, sudah tak asing lagi jika kita melihat banyak orang duduk menghabiskan waktu berlama-lama di restoran atau café sambil membuka laptopnya, ada yang hanya duduk manis membaca majalah atau menonton televisi yang disediakan pengelola restoran ataupun café tersebut. Memang, saat ini telah banyak restoran maupun café yang menyuguhkan tak lagi hanya makanan dan minuman. Tapi juga fasilitas dan tentunya pendukung lainnya yang tak kalah penting yaitu suasana.

Banyaknya pilihan restoran atau café yang hadir saat ini, mau tak mau, membuat si pengelola harus membuat suasana yang beda. Saat ini banyak restoran yang menawarkan konsep interior tempo dulu, ada pula pengelola restoran yang mencoba memikat pengunjung dengan suasana pedesaan. Lengkap dengan saung dan ornamen yang biasa ditemukan di rumah-rumah penduduk di desa.

Lain halnya dengan The Apartment yang hadir dengan konsep layaknya apartemen mampu memberikan nuansa baru pada waktu bersantap Anda. Berlokasi di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, The Apartment menawarkan kenyamanan dengan konsep homy yang membuat Anda seakan seperti berada di rumah sendiri. Layaknya sebuah hunian, maka Anda akan disuguhi dekorasi dan setting ruang seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi hingga perpustakaan.

The Apartment boleh dikatakan menjual suasana, namun untuk urusan makanan tetap menjadi prioritas utama restoran yang beroperasi mulai pukul 06.00-24.00 WIB saat weekdays dan pukul 09.00-02.00 WIB saat weekends ini. “Tapi tetap sebagus-bagusnya konsep interior kita, tapi tetap produk utama kita adalah makanan. Makanan itulah yang jadi nomor satu buat kita untuk tetap eksis di dunia restoran,” tutur General Manager The Apartment, Tito Andhika.

Dengan mengadaptasi konsep rumah ala Eropa Timur atau tepatnya Skandinavia, The Apartment mencoba hadir dengan suguhan kuliner rumahan khas Eropa seperti spaghetti, pizza dan pasta. Di sini, Anda tak akan menemukan makanan Asia ataupun makanan khas Indonesia. Karena memang menu yang disajikan hanyalah menu kuliner khas Eropa, sesuai dengan konsep dekorasi The Apartment.

Nuansa minimalis dan natural tergambar ketika Anda menginjakkan kaki pertama kali di The Apartment. Warna cokelat hampir menghiasi seluruh dinding maupun perabotan yang ada. Terutama sekali terlihat di dapur, kamar dan perpustakaan. Tito menjelaskan, bahwa ide konsep The Apartment ini berasal dari Budiman, owner The Apartment.

“Beliau sudah lama diluar negeri dan punya pemikiran ingin punya restoran yang nyaman, karena kan biasanya orang ke restoran hanya jadi tempat transit saja. Dandan sudah lama, tapi disana (restoran,-red) cuma sebentar,” ungkap pria yang telah malang melintang selama 14 tahun di Food and Beverage ini.

Restoran yang berdiri sejak April 2009 ini memang menawarkan konsep rumahan yang tidak setengah-tengah. Selain terlihat dari interior, ruang yang tersedia dan pelayanannya, The Apartment juga membebaskan pengunjungnya untuk makan dimana saja sesukanya, dan tak ada batas waktu. Sehingga banyak pengunjung setia yang “komplain” atas pelayanan The Apartment. Tito menjelaskan bahwa ia sering menerima “komplain” kalau pengunjung menjadi malas keluar dari restoran itu, terlebih lagi jika jalanan macet. Dan baginya itu bukanlah masalah, karena memang manajemen restoran ingin setiap pengunjung merasa nyaman.

Selain itu, yang membedakan The Apartment dengan restoran lain yaitu di restoran yang mampu menampung sitting 160 orang ini menyediakan menu breakfast yang siap sejak pukul 06.00 WIB. Jenis menunya bervariasi, seperti fluffy pancake, french toast, fresh fruits, fish and potato dan The Apartment Breakfast yang menjadi favorit pengunjung.

Sajian menu sarapan pagi hanyalah salah satu upaya menggaet loyal customer, karena sangat jarang restoran yang buka di pagi hari dan menyediakan menu sarapan. “Saat Breakfast paling saya hanya punya 4-5 meja, kebanyakan ada juga yang take away, beli kopi. Karena itu strategi The Apartment, Karena itulah culture dari kita,” papar Tito.

Biasanya pengunjung mempunyai tempat favorit untuk menikmati santapan. Dan saat makan siang biasanya pantry, library, bathroom menjadi tempat favorit, untuk sarapan biasanya living room sedangkan teras dan jacuzzi banyak diminati saat makan malam.
Tito menjelaskan setiap ruangan memiliki karakteristik sendiri. Ia menceritakan bahwa living room biasa digunakan untuk arisan ataupun high tea. Letaknya yang di ujung dan dibatasi partisi, membuat tempat ini cocok untuk mengadakan acara karena tidak akan mengganggu pengunjung lain.

Di sebelah living room ada pantry yang dilengkapi panci-panci serta aneka peralatan memasak yang digantung di langit-langit. Semua peralatan itu layaknya sebuah dapur, namun itu semua hanyalah pajangan saja. Diluar sebelah pantry, Anda akan menemukan teras dan dua buah jacuzzi yang diisi dengan meja. Di area ini ditempatkan pula beberapa dining table dengan kursi kayu yang mampu menampung 50 orang.

Tak hanya itu saja, di tengah ruangan ada sebuah tempat tidur yang nyaman. Anda dapat bersantai sambil menonton televisi, dan khusus pada hari Minggu, akan ditayangkan siaran cartoon network dan ada badut yang menghibur sambil memberikan balon yang dibentuk binatang atau mainan untuk anak-anak.

Bagi yang gemar membaca buku, Anda dapat memilih area library untuk menikmati santapan Anda. Di library ini Anda dapat membaca koleksi buku yang disusun di dalam rak-rak dua muka yang terlihat mewah dan terpasang foto-foto pengunjung setia The Apartment. Di sebelah library, ada bathroom yang untuk menonjolkan kesan kamar mandi, dinding ruangan dipasang blok-blok keramik berwarna biru, sehingga ruangan bisa menimbulkan efek echo ketika pengunjung berbicara. Seperti ada di kamar mandi sungguhan, ditambah lagi dengan adanya bath tub dan pancuran di atasnya.

Itulah sekilas gambaran tentang ruangan yang ada di The Apartment yang memang unik. Sedangkan untuk kulinernya, The Apartment menyajikan Monday Night Prime Ribs setiap hari Senin. Daging prime beef seberat 6 kg yang dipajang dalam sebuah trolley yang kemudian ditawarkan kepada pengunjung dan dipotong langsung dihadapan pengunjung sesuai permintaan.

Selain itu, bagi pecinta wine, pada hari Senin-Jumat pukul 17.00-20.00 WIB, The Apartment memiliki promo happy hour. “Kalau yang doyan nge-bir, minum wine itu cocok datang jam 5 sore, biasanya orang-orang asing yang kesini, karena buy one get one,” ujar Tito sedikit berpromosi.

Selain pizza, pasta, spaghetti, salad yang banyak dipesan pengunjung. Anda tak boleh kelewatan mencicipi Gracia Tower Lasagna yang menjadi andalan restoran ini. Lasagna yang terdiri atas saus daging, saus bechamel, dan keju mozzarella ini berpadu dengan pasta tomat. Bentuknya unik, segitiga dengan ujung lancip yang menghadap ke atas. Jika Anda fanatik dengan menu Steak, jangan lewatkan menu Wagyu Beef Cheek yang dihidangkan bersama kentang dan sayur yang dipanggang.

Sambil menyantap lasagna, Anda bisa memesan minum Moonglow. Mocktail yang menyehatkan ini adalah campuran jus nanas, sirup strawberry, susu, dan diatasnya diberi whipped cream serta buah cherry. Selain itu, coba juga Fillalatella, mocktail berwarna merah yang terbuat dari buah cranberry, cherry, dan raspberry.

Untuk penutup, Anda bisa memesan The Apartment Gourmet Sampler yang berisikan tiga dessert yaitu tiramusi, chocolate mousse, dan satu lagi adalah kreasi chef yang selalu berubah setiap hari. Jika masih kurang, Anda dapat pula memesan Chocolate Lava yang cokelatnya akan meleleh saat Anda membelahnya dan ini cocok dinikmati dengan es krim rasa vanilla.

Untuk Anda yang ingin menikmati sajian menu dari The Apartment, namun tak punya waktu untuk datang langsung, Anda hanya tinggal menelepon dan The Apartment siap mengantar pesanan Anda. “Sejak per tanggal 5 Januari 2010, kita ada delivery, tapi masih meng-cover wilayah Rasuna Said saja, karena kita mencoba menjaga kualitas produk kita dan yang paling banyak dipesan adalah pizza dan pasta,” ujar Tito.

0 komentar:



Posting Komentar