Rumah Pudding Cake, Inovasi Pudding Di Dalam Cake


Pudding atau cake, cake atau pudding? Pasti Anda akan bertanya seperti itu jika melihat produk pudding cake yang dihasilkan oleh Rumah Pudding Cake (RPC). Tampilan luarnya yang cantik menipu mata, bentuknya seperti pada umumnya cake, namun saat dipotong, barulah Anda tahu ternyata cake itu adalah pudding.

Biasanya cake dimakan secara terpisah dengan pudding, keduanya merupakan makanan yang sama lezatnya, sehingga jika keduanya dikombinasikan menjadi suatu hidangan baru, maka kelezatan akan berganda dan memberikan citarasa yang mewah dengan kelembutan yang mampu membelai lidah. Pudding cake termasuk jenis dessert, bentuknya yang berupa cake berpadu pudding membuat penampilannya menjadi cantik dan unik.

Berawal dari kesukaannya pada pudding dan kejenuhannya pada pudding yang itu-itu saja, membuat Debyanita Juliani memutar otaknya untuk membuat sesuatu yang berbeda. Terbesitlah dalam benaknya untuk membuat pudding cake, sehingga pudding tidak monoton hanya berbentuk layaknya pudding pada umumnya.

Dan hasilnya, wow… lewat eksperimen-eksperimen yang ia jalani, terciptalah pudding cake original yang lezat yaitu zebra cake pudding, lapis Surabaya pudding, black forest pudding dan tiramisu pudding. Pudding cake yang ia hasilkan berbeda, unik, cantik dengan rasa yang tak kalah dari penampilannya.

Sejak Maret 2008, Ibu dari dua anak ini memutuskan untuk resign dari tempatnya bekerja selama ini sebagai manager training untuk kosmetik Christian Dior & Givenchy. Sejak itulah Deby mulai menekuni bisnis Rumah Pudding Cake yang ia jalani di rumahnya dikawasan Bogor.

Awalnya, hanya pudding cake original yang ia buat, namun seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya pesanan, membuat ia harus membuat kreasi yang baru lagi. Terciptalah produk dari RPC yang makin bervariasi diantaranya Cream Strawberry Charlotte, fruits Mocca Charlotte, cup pudding, kid pudding, truly pudding, pudding siram cokelat dan masih banyak lainnya.

Dan yang terbaru adalah Fruits Peach Pudding yang berisi lapisan sponge cake dan peach pudding serta potongan cocktail diberi toping buah-buahan yang menyegarkan dan agar nampak elegan dibungkus dengan ukiran coklat. Fruits Peach Pudding yang berdiameter 20cm ini dijual seharga Rp 175.000 dan Fruits Peach Pudding ini pas buat hantaran di hari Natal. Selain itu ada juga truffle cokelat yang dikemas dalam sebuah mangkok bening yang cekung dengan cake cokelat yang menghiasi pinggiran mangkok.

Meskipun pemasaran pudding cake ini hanya lewat online saja, namun reaksi pasar ternyata cukup bagus. Pesanan demi pesanan pun diterima RPC, dalam seminggu RPC bisa menerima 10-20 pesanan, terlebih lagi saat moment hari raya bisa mencapai 4 kali lipat dari biasanya. Saat ini, RPC hanya menerima order berdasarkan pesanan, namun untuk kedepannya, Deby berharap RPC dapat memiliki toko sendiri.
Selain itu produk-produk yang ada, RPC juga menerima pesanan kue ulang tahun. Untuk jenis ini, Deby mengaku memadupadankan antara pudding dan cake. “Untuk kue ulang tahun, saya padukan antara pudding dan cake, karena kalau pudding semua, nanti tidak bisa diberikan hiasan krim pada bagian luarnya,” ujar wanita lulusan psikologi UNIKA Soegijapranata, Semarang ini.

Meskipun namanya pudding cake, RPC tetap menyediakan fla bagi yang menginginkannya. Untuk fla, RPC membuatnya dari bahan-bahan berkualitas, sehingga rasanya enak dan tidak bikin eneg. Dalam pemilihan bahan baku produksi RPC memang menggunakan produk dengan kualitas yang bagus, karena bagi Deby rasa itu tidak bisa bohong.
Contohnya saja, untuk susu, Deby memilih susu murni tanpa SKM atau susu UHT, agar pudding cake yang ia buat tidak cepat berair. Untuk masa tahan lamanya, pudding cake buatan Deby ini mampu bertahan 5-7 hari dengan disimpan di kulkas dan 2 hari jika disimpan diluar kulkas.

Untuk bahan-bahan dasar membuat pudding cake tidaklah sulit, hanya dibutuhkan telur ayam, gula pasir, tepung terigu, baking powder, mentega, rum pasta, agar-agar, susu kental manis, susu murni dan aneka tambahan lain seperti aneka buah, cokelat atau keju sebagai pemanis tampilan. Dalam proses produksi pudding cake, Deby masih mengukur takarannya sendiri, karena diperlukan ketelitian untuk komposisi bahan-bahan yang akan digunakan.

Pudding cake RPC ini dijual mulai dari Rp 70.000- Rp 250.000. Deby mengakui awalnya banyak customer yang merasa harga yang ia patok terlalu mahal untuk sebuah pudding, namun ketika mereka merasakan pudding cake itu, barulah mereka mengatakan bahwa harga itu sebanding dengan rasa yang disuguhkan.

Untuk pengiriman, customer tak perlu khawatir, RPC membungkus dengan rapi pudding cake pesanan pada sebuah box yang dibuat khusus untuk RPC, dengan design ekslusif nan cantik, cocok juga untuk customer yang ingin memberikan pudding cake ini kepada orang lain. Jadi, customer tak perlu khawatir dengan kondisi pesanannya., apakah akan hancur atau tidak.

“Saya belajar dari pengalaman, dulu saya masih menggunakan box yang dijual dipasaran, tapi hasilnya pudding cake yang saya kirimkan banyak yang hancur, maka dari itu, saya akhirnya mendesign sendiri box untuk RPC dan mencari produsen yang bisa membuat box seperti yang saya mau,” tutur wanita kelahiran 13 Desember 1975 ini.

Saat ini, untuk pengiriman pesanan, Deby mematok minimal order RP 150.000 yang harus dibayarkan terlebih dahulu ke rekening miliknya, barulah ia akan mengirimkan pesanan yang telah dibayar. Dalam pengiriman, untuk wilayah diluar Bogor RPC masih menggunakan jasa pengiriman barang dan dikenakan biaya Rp 65.000, namun jika masih diwilayah Bogor, RPC biasa menggunakan jasa kurir suruhan sendiri dengan dikenakan biaya Rp 20.000.

Produk yang unik belum tentu akan laris jika tak diiringi strategi pemasarannya, maka dari itu RPC tetap mempromosikan produknya secara online, dan selanjutnya akan mencoba untuk masuk kedalam keramaian dengan memberikan tester, brosur atau ikut bergabung di bazaar.

Banyak rintangan yang ia jalani saat berbisnis pudding cake ini, mulai dari harga bahan baku yang labil, customer yang tak jadi mengambil pesanannya sampai pada produk yang diterima customer rusak. Namun, itu semua tak membuat Deby menyerah, ia tetap berpegang teguh harus customer service oriented, baginya pelanggan haruslah diberi service yang bagus. Maka dari itu, ketika ia menemui customer yang menerima produknya dalam kondisi rusak, ia akan menggantinya dengan produk baru.

0 komentar:



Poskan Komentar